Minggu, 19 Juli 2020

JOKOWI, TIDAK PERLU TURUN KE PIWALKOT SOLO, SARU !


Presiden Ir.H.Joko Widodo (Jokowi) adalah kepala Negara, maka selayaknya beliau ada disana,  sehingga wajar saat teman-teman Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013) bereaksi karena  Presiden 'turun ke Pilwalkot Solo dan menjadi blunder sebagai kesalahan. 

Arief P. Suwendi, Kordinator Nasional Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013)  mengatakan melalui seluler (20/7) bahwa, " sangat terlalu jauh langkah yang dilakukan Presiden Jokowi jika memang benar telah memanggil 'pesaing Gibran (putranya) dalam Pilwalkot Solo ke Istana bertemu Jokowi. Itu isu yang berkembang  yang bisa merusak reputasi Presiden Jokowi . Namun saya belum re-check validitas - informasi ini"

Ditambahkan Arief yang juga Kornas Aliansi Wartawan Non-Mainstream Indonesia (Alwanmi), hal ini dimulai menjelang Putra sulung Presiden  Jokowi, Gibran Rakabuming Raka resmi menerima rekomendasi dari PDIP untuk maju dalam pilkada Solo 2020.Nama Gibran mampu menyisihkan Achmad Purnomo yang sebelumnya disorongkan oleh DPC PDIP Solo.

"Gibran berpasangan dengan Teguh Prakosa kader PDIP sekaligus Ketua DPRD Solo periode 2014-2019. Adapun  Achmad Purnomo adalah Wakil Wali Kota Solo  saat ini. Yang  beredar di publik saat ini adalah menjelang rekomendasi konon Ahmad mendapat telepon dari istana pada Rabu petang 15 Juli 2020. Salah satu staf di Istana memberi kabar bahwa Presiden Jokowi akan meneleponnya. Jokowi ternyata tidak jadi menghubunginya. Presiden justru meminta Purnomo untuk datang langsung ke Istana. Nah selanjutnya saya tidak  tahu bagaimana kelanjutannya, jika ini semua salah, kami senang,  namun jika ini semua benar, maka Presiden Jokowi apapun namanya telah melakukan kesalahan 'prosedur dan kepatutan Bagaimana bisa seorang kepala negara terjebak di Pilwalkot Solo, masih banyak hal lain yang lebih penting dari tugas kepala negara saat ini apalagi disana ada nama Gibran, putra beliau", tutup Arief. 


JOKOWI, JEMBATAN MENUJU TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS RUBUH, APA KARENA GAJAH?


Endang Ruwaliyana dan Een H.Prayuda koresponden provinsi Lampung melaporkan memang benar ada jembatan yang jaraknya +/- 500 meter menuju gerbang Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kab. Lampung Timur memang 'rubuh. 


"Ngeri bang, memang Itu jembatan kecil, lebar 6 meter, panjang 2 meteran. Ini tidak diperbaiki sejak sebelum Ramadhan, informasinya pun berbeda. Sebagian warga menyebut karena banjir, sebagian lagi menyebut karena kerap dilalui R4 yang tonasenya over, idealnya jembatan Itu memakai besi 12 dan penyangga. Ini 'blas, 'nggak ada bang. Bahkan seorang warga  menyebut jika tidak lama lagi jalan sekitar akan dihotmix lagi. Sayangnya ini hari libur, Hari Minggu. Kami tidak bisa cross-check ke Kades atau Camat setempat", kata Endang melalui seluler (19/7)


Endang menambahkan, disatu sisi TNWK  saat ini sedang 'lockdown, tidak terbayang bagaimana jadinya jika dalam keadaan normal, bukankah banyak bis Pariwisata yang kerap kesana. "Masa mereka harus masuk masuk jalan kecil kampung?, jika TNWK , Desa atau kecamatan tidak ada dana untuk segera memperbaiki kemarin kemarin, bukankah DinasPUPR kabupaten, provinsi atau pusat bisa menangani?, Ini soal keinginan melayani dan kualitas terbaik pejabat publik yang terkait disana, sederhana kok"

Kata Een, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di Kecamatan Labuhan Ratu, Kab. Lampung Timur. Luasnya sekitar 1.300 hektar.

TNWK berdiri pada tahun 1985,  merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. Dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. 

"Kepada Redaksi koranJokowi.com, mohon jangan sampaikan masalah ini kepada Presiden Ir.H.Joko Widodo. Yang jelas jembatan Itu rubuh bukan karena Gajah, bang !", tutup Een, diamini Endang. Kami pun tertawa 'ngakak tanpa harus guling guling. Ahahaha..
+_+
--Arief P.Suwendi-



Sabtu, 18 Juli 2020

JOKOWI, PAGUYUBAN PETANI RELAWAN JOKOWI LAMPUNG TIMUR RINDU BAPAK !"


Purwanto, Ketua Umum Paguyuban Petani Relawan Jokowi (BANIREJO) Desa Mekarmulyo, Kec. sekampung, Kab. Lampung Timur, Prov. Lampung melalui seluler (18/7) yang ditemani Suparyo-Sekjen BANIREJO dan Endang Rawuliyana, Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013) Korwil Pulau Sumatra mendiskusikan banyak hal, namun yang saya anggap 'menarik' adalah status lahan yang mereka tempati saat ini  +/- 480 hektar masih dalam status Register 37. 'Bah !

LEGENDA DAN SEJARAH DESA 
Menurut risalah Desa Mekarmulyo adalah Desa pemekaran dari desa Trimulyo. Konon asal desa ini bermula pada tahun 1963, beberapa suku (Sunda, Jawa, Banten) masuk kewilayah ini dan membuka hutan untuk dipergunakan sebagai lahan pertanian dan perkampungan dan terkenal dengan sebutan Brebes, kemudian berturut-turut wilayah lain Gisting, Goa Landak dan Sereh Wangi. 

Setelah tahun 1967 ke-empat wilayah ini bergabung pada desa Trlmulyo dengan nama dusun VII (tujuh) Brebes dan terbagi menjadi 3 wilayah RT( Rt.1 Brebes, Rt.2 Goa Landak, Rt.3 sereh Wang] ) dengan kepala dusun pertama yaitu: 

1.Andi tahun 1967-1976 
2.Darma tahun 1976-1981 
3.Mastum haslbuan tahun 1981-1982 
4. Parto Rejo tahun 1982-1984
5.Toyib tahun 1990 1993
6. Sarno Tahun 1994 1998
7.Sumardl Tahun 1999 2002 

Pada tanggal 04 November 2002 dusun VII tersebut memisahkan diri dari desa Trimulyo (desa induk) dan membentuk Desa Pemekaran/ Persiapan dengan nama Desa Mekarmulyo, dengan pejabat kepala Desa yang pertama  Timbul Subali sebagai kepala desa persiapan.

Berangkat dari desa persiapan ini dari tahun 2002-2005 akhirnya pada bulan November 2006 desa persiapan secara resmi menjadi Desa Defisinitif.

Kemudian pada tahun 2007 untuk pertamakalinya Desa Mekarmulyo mengadakan pemilihan Kepala Desa secara langsung dan Bpk Timbul Subali kemball terpilih menjadi Kepala Desa yang pertama. 

Dan dalam masa jabatan beliau bersama perangkat desa dan Iembaganya beserta seluruh masyarakat desa Mekarmulyo bersatu untuk membangun desa agar desa Mekarmulyo menjadi desa yang berkembangdan pada akhirnya masa jabatan beliau pun berakhir di Tahun 2013. 

Pada tanggal 11 Desember 2013, telah mengadakan pemilihan Kades untuk kedua-kalinya secara langsung dan terpilihlah Purwanto untuk menjadi Kepala desa Mekarmulyo yang ke dua, beliau pun menjabat sebagai kepala Desa dari tahun 2013 - 2019 dan sampai saat ini masih menjabat dalam masa jabatannya beliau melanjutkan program-progam pemerintah untuk menjadikan Desa Mekarmulyo dari desa tertinggal menjadi desa berkembang. 

Dan pada saat ini desa Mekarmulyo merupakan salah satu dari 17 desa di wilayah kecamatan Sekampung kab. Lampung timur.

"Saat Pilpres 2014 & 2019 lalu suara Jokowi mencapai 75%, jadi tidak salah jika warga Desa melalui BANIREJO menagih janji Presiden Jokowi akan program 12 JUTA SERTIFIKAT  TANAH UNTUK RAKYAT di tahun 2020, menyisakan untuk Legalitas 480 hektar tanah disana yang kini masih dalam status Register  37. Kita juga menagih janji Kementerian ATR/BPN Prov. Lampung dalam program 200.000 sertifikat tahun 2020", demikian Een H. Prayuda - ketua AkarJokowi 2013 Prov. Lampung disaat diminta tanggapan atas hal ini yang juga selaku Wakil Pimp.Umum/Redaksi KoranJokowi.com.

Kita tunggu kabar selanjutnya!


CALON MASJID MEWAH DIATAS TANAH REGISTER 40 DESA SIDOHARJO LAMPUNG SELATAN !?


CALON MASJID MEWAH DIATAS TANAH REGISTER 40 DESA SIDOHARJO LAMPUNG SELATAN !?

Desa Sidoharjo, Kec. Jatiagung, Kab.Lampung Selatan luasnya lebih dari 1004 hektar. Namun hingga kini masih merasa mimpi siang bolong' untuk mendapatkan legalitas atau pelepasan status diatas tanah register 40. Demikian Ani Gartini koresponden Kota Bandung & Herni C.Monteiro dari Bandung Barat melaporkan melalui seluler (16/7)


Kata mereka lagi, keberpihakan  Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013) ,  Aliansi Wartawan Non-Mainstream Indonesia (Alwanmi) Dan Koran Jokowi.com,  dalam ikut memfasilitasi merupakan bukti kongkrit untuk itu.

Benar, semua mimpi ini kini ada ditangan Presiden Jokowi, sebagaimana yang mereka nantikan setelah puluhan tahun terlalaikan pemerintahan sebelumnya. 


"Kami telah berkomunikasi dengan Juwarto, Kaur  Kesra desa Sidoharjo, kec. Jati Agung
Kab. Lampung Selatan. Khususnya mengenai
Pembangunan Masjid Baitul Mut TaQin dari  swadaya masyarakat setempat dgn dana awal sekitar 47 jt. Luas seluruh bangunan 18 × 33 m2, yang baru selesai di bangun 18× 18 mtr2.
Dana yg di perlukan untuk penyelesaian bangunan ini sekitar 2,7 milyar. Kelak, masjid ini mampu menampung sekitar 1200 jama'ah. Adapun dana sumbangan dari masyarakat tersebut berupa bahan bangunan dan uang tunai, dan diserahkan setiap masyarakat sudah panen. Dan Insha Allah di lahan tersebut akan di bangun TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an)", kata Ani.

Pertanyaannya bagaimana sikap Presiden Jokowi, Menteri ATR/BPN, Menteri Agama Dan Gubernur Lampung melihat kesungguhan warga Desa Mekarmulyo membangun masjid diatas lahan Register 40?, Ngenes !


Kamis, 16 Juli 2020

LAMPUNG BERSIH BERSIH MENYASAR BUPATI LAMPUNG SELATAN, JANGAN DONG !


Belum satu bulan lamanya, kami, Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013) bersama Aliansi Wartawan Non-Mainstream Indonesia (Alwanmi) gencar memviralkan 'LAMPUNG BERSIH BERSIH 2019-2024' sebagai dukungan kepada Presiden Jokowi, Kantor Staf Presiden RI, KPK, Polri dan Gubernur Lampung Arrinal Djunaedi agar lebih gencar dalam Pemberantasan Korupsi secara perlahan mulai terwujud

"Iya bang, Saya dengar dari teman-teman bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah memeriksa Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Mako Brimob Polda Lampung di Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Rawa Laut, Bandarlampung, Kamis (16/7/2020) lalu, tapi nanti saya recheck lagi dilapangan", demikian Een H.Prayuda wakil Pimp.Umum/Redaksi KoranJokowi.com melalui seluler conference disertai Pimp.Perusahaan (Endang Rawuliyana) dan Untung Rubianto (Kord.Prov. Lampung). 'waduh..!!

Ditambahkan Endang yang juga warga Kota Metro, usai menggeledah Kantor Bupati dan Dinas PUPR Lampung Selatan KPK  langsung menetapkan Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lampung Selatan, Hermansyah Hamidi sebagai terduga tersangka.

"Sepertinya ini terkait dengan kasus lama mantan Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan yang telah divonis 12 tahun  sejak April 2019 lalu yang telah merugikan negara lebih dari  Rp.66 milyar",  ... Tutup Een.-- BERSAMBUNG-

AYO LAMPUNG, BERSAMA KAMI,  KITA BERSIH BERSIH !


Rinaldo M. Tobing, "TESTIMONI DIRI TERHADAP KORAN JOKOWI"



Saya merasa bangga Karena dapat dilibatkan sebagai 'apapun' dalam KORAN JOKOWI. Saya Hanya berpesan jangan cepat puas diri.

Saya mengikuti KORAN JOKOWI sejak sebagai insert page Tabloid MEDIA UMMAT tahun 2014 saat hiruk pikuk Pilgub DKI Jakarta dan  Pilpres  2014.

Dimana 'anak-anak' saya ini demikian serius dalam cara dan style kerelawanan Jokowi-nya dengan cara berbeda yaitu sebagai media non-mainstream , yang kemudian menjadi 'terdepan' sebagai media yang seluruhnya serba Jokowi: manajemen keredaksiannya adalah Relawan Jokowi.

Dan saya tahu bagaimana kemudiannupaya ini hancur lebur dengan terbitnya "OBOR RAKYAT", yang ditunjang kapital unlimited.

Saya tahu 'anak-anak' saya ini kemudian hands-up dan memilih kembali ke-desa melihat proses hukum OBOR RAKYAT hanya menyasar tatanan terbawah.

Kini 'anak-anak' saya ini kembali aktif, They're come back, Were come back !, Saya menyajikan bagaimana juga 'patungan' untuk sekedar membiaya hosting dan diversifikasi menuju media online dengan tujuan mengawal kinerja Presiden Jokowi hingga tahun 2024. 

Apapun, Yang pasti KORAN JOKOWI online  ini akan selalu kritis selaku non-mainstream, karena demikian taktis dan strategis. 

Presiden Jokowi bahkan Kepala Staf Presiden RI akan cepat mendengar dan melihat realita 'dilapangan'   yang sebenarnya, bukan asbun dari kementerian atau kabinetnya. 

Mereka bisa menjadi Mitra dan sparing-partner kabinet dalam berbagai hal. Bukankah Presiden Jokowi menghendaki kerja nyata dan kerja keras kabinetnya?

Saya paham 'anak-anak' masih jauh dari kesempurnaan, namun bukan soal SDM, apalagi kalau bukan soal 'kapital', ahahah...

Presiden Jokowi dan Jendral Moeldoko patutlah berbangga bahwa anak-anak KORAN JOKOWI sejatinya Relawan Jokowi militan, yang terkonsep, strategis dan faktual.

Rekruit sebanyak mungkin Relawan Jokowi dipelosok agar Presiden Jokowi dan KSP.RI  akan lebih banyak mendengar dan melihat realita kinerja kepala daerah dilapangan. 

Selamat berjuang KORAN JOKOWI, I'm very happy with all of you, Barakallahu, Gracia, Salam Indonesia ! 

*Dewan Redaksi, Pakar MICE  -Meeting Incentive Convention Exhibition


KoranJokowi.com

Please joint with us KoranJokowi.com